Terselimutinya Paham Pancasila oleh Paham Liberalisme di Era Generasi Millenial

Pancasila (Flickr)_Dimas LF_Berpijar
Pancasila (Flickr)_Dimas LF_Berpijar
Foto: Flickr
Jika generasi milenial tidak sadar akan pentingnya Pancasila dan tidak menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila, bisa jadi Ideologi Pancasila lambat laun mulai terkikis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan negara.

Generasi Milenial atau kadang juga disebut dengan Gen-Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000an. Maka ini berarti millenial adalah generasi muda yang berumur 17 – 30an pada tahun ini. Millenial sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Ciri generasi millenial, menurut Don Tapscott dalam bukunya Grown Up (2008). Generasi millenial  cenderung lebih suka dengan kebebasan, senang melakukan personalisasi, mengandalkan kecepatan informasi yang instan, suka belajar dan bekerja dengan lingkungan inovatif, aktif berkolaborasi dan hyper-technology.

Lembaga survey Alvara Research Center menyebut generasi milenial memiliki tiga macam karakter unggul, yaitu (1) creative, mereka terbiasa berpikir out of the box, kaya ide dan gagasan; (2) confidence, mereka sangat percaya diri dan berani mengungkapkan pendapatnya tanpa ragu-ragu; (3) connected, mereka merupakan generasi yang pandai bersosialisasi, terutama dalam komunitas yang mereka ikuti.

Selain itu, mereka juga berselancar di sosial media dan internet. Karena aktivitasnya yang serba instan, praktis, dan mengandalkan kemudahan TI, generasi ini memiliki kelemahan, utamanya ketergantungan yang tinggi terhadap internet dan media sosial. Akibatnya, mereka menjadi pribadi yang cenderung malas, tidak mendalam, tidak membumi atau tidak bersosial. Selanjutnya, mereka cenderung lemah dalam nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, kehangatan lingkungan, dan kepedulian sosial. Sosial media juga memengaruhi watak dan kebiasaan mereka yang cenderung bebas, kebarat-baratan, tak memperhatikan etik dan aturan formal, adat istiadat, serta tata krama.

Dapat diartikan bahwa ciri – ciri generasi millenial yang dikemukakan oleh Don Tapscott dan Lembaga Survey Alvara Research Center tidak semunya baik, dengan adanya ciri – ciri menyukai kebebasan, informasi instan, kepribadian yang malas, kebarat-baratan, tak memperhatikan etik dan aturan formal, adat istiadat, serta tata krama.  Dari ciri – ciri tersebut bukanlah bentuk paham ideologi warga negara indonesia yaitu Pancasila, melainkan Gen-Y lebih condong terhadap paham ideologi Liberalisme.

Ideologi Pancasila adalah ideologi yang bersumber dari seluruh nilai Pancasila yang terdapat pada sila-sila Pancasila yang merupakan satu kesatuan organis tidak terpisahkan antara sila yang satu dengan sila yang lainnya. Pancasila lahir dari falsafah hidup dan kepribadian asli manusia Indonesia. Tak ada manusia Indonesia yang tak bertuhan, semua berhak beragama dan tidak dibenarkan di Indonesia sikap anti-agama. Kemanusiaan pula yang muncul setiap kita bicara persoalan yang terjadi di sekitar kita. Bukan sekedar kemanusiaan biasa, melainkan rasa menjadi manusia yang adil dan memiliki keadaban yang tinggi.

Semua itu modal dasar membangun persatuan, sehingga di tengah homogenitas, nilai kedaulatan rakyat dapat terus tercipta. Semua semakin lengkap dengan keinginan yang kuat untuk menciptakan keadilan sosial untuk seluruh rakyat.

Sedangkan Ideologi Liberalis adalah suatu ajaran yang diyakini kebenarannya untuk mengatur tingkah laku yang menonjolkan kebebasan individu. Ideologi ini dianut oleh negara di dunia seperti Amerika Serikat, Netherlands, Jepang. Untuk Ciri – ciri dari Ideologi Liberalisme adalah masyarakatnya menerapkan paham sekuler dan anggota masyarakat cenderung materialisme, konsumerisme, individualisme dan isme-isme lainnya menjadi gaya hidup liberalisme.

Sebagai contoh hilangnya nilai-nilai Pancasila di kalangan anak muda zaman sekarang ( Millenial ) bisa dilihat banyak sekali anak-anak muda yang melakukan hubungan seks  bebas atau sebelum pra pernikahan, tercatat Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementrian Kesehatan, (Kemenkes) pada Oktober 2017 memaparkan bahwa sekitar 62,7% Anak muda Indonesia melakukan hubungan seks bebas diluar pernikahan. Perbuatan seperti seks bebas bukanlah sebuah bentuk cerminan dalam pancasila tepatnya di sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, yang artinya setiap warga negara indonesia meyakini adanya agama, di dalam semua ajaran beragama di indonesia tidak dibenarkan adanya perbuatan seks di luar pernikahan.

Kemudian dari cara berpakaian banyak anak muda zaman sekarang yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan, padahal cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita, tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa, gaya hidup yang cenderung ke budaya barat-baratan bukanlah cerminan dari Sila ketiga yang bunyinya Persatuan Indonesia. Contoh dari sikap yang mencerminkan sila ketiga di Pancasila antara lain adalah Cinta pada tanah air dan bangsa & Menjaga nama baik bangsa dan Negara.

Jika generasi milenial tidak sadar akan pentingnya Pancasila dan tidak menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila, bisa jadi Ideologi Pancasila lambat laun mulai terkikis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan negara. Mungkin di era setelah milenial Pancasila hanya menjadi sebuah lambang negara tanpa ada masyarakatnya mengetahui isi nilai-nilai Ideologi Pancasila tersebut.

TENTANG PENULIS

Sayyid Nurahaqis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara

BACA JUGA

About Author

Sayyid Nurahaqis

Sayyid Nurahaqis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara.


Related Posts

Write a response to this post