Empat Pilar_Sayyid Nurahaqis_Berpijar
Kampanye Empat Pilar Kebangsaan di Parlemen, Senayan, Jakarta (Foto: Kompas/Hendra A Setyawan)
Seperti halnya sebuah bangunan ... dibutuhkan pilar-pilar agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, begitu halnya juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Mungkin masih banyak orang atau pembaca yang belum mengetahui apa itu sebenarnya Empat Pilar Kebangsaan? Empat pilar kebangsaan adalah sebuah batang atau tiang dalam berbangsa dan bernegara, yang artinya tujuan utama dari empat pilar kebangsaan  adalah agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram, dan sejahtera yang berpedom oleh empat pilar kebasangsaan tersebut.

Isi dari empat pilar kebangsaan itu sendiri adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Sedangkan sejarah lahirnya empat pilar kebangsaan digagas oleh seorang politisi senior indonesia, yaitu alm. Taufik Keimas ketika beliau menjabat sebagai ketua MPR RI pada tahun 2013. Pemikiran Taufik, tentang empat pilar ini pertama kali diungkap beliau ketiak saat peluncuran bukunya yang berjudul Empat Pilar Untuk Satu Indonesia, pada 22 Februari 2012.

Disini penulis akan membahas lebih dalam apa makna sebenarnya dari isi Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Pilar Pancasila

Sangat mustahil jika pancasila tidak dimuat  ke dalam pilar kebangsaan, Pancasila merupakan sebuah dasar dan ideologi negara indonesia. selain dasar dan ideologi, pancasila juga merupakan falsafah hidup dan kepribadian asli masyarakat Indonesia. Pancasila berisi sila-sila yang mengandung nilai yang bisa mengakomodir seluruh elemen masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Sebagai contoh pancasila mengakomodir seluruh elemen masyarakat dalam berbangsa dan bernegara adalah dalam sila pertama, yaitu “Ketuhanan yang maha esa” sila pertama ini mengandung makna bahwa setiap masyarakat berhak memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agamanya masing-masing.

Dengan contoh dalam sila pertama, pancasila dinilai memenuhi syarat sebagai pilar bagi negara Indonesia yang masyarakatnya pluralistik. Maka Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pilar UUD 1945

Undang-Undang Dasar 1945 atau biasa disingkat UUD 1945 adalah sebuah konstitusi atau dasar hukum yang mengatur tentang sistem Negara dan masyarakat Indonesia.

Mulai dari pembukaan UUD 1945 dan batang tubuhnya atau pasal-pasalnya banyak mengandung makna yang bisa kita pahami seperti  dalam alinea pertama bahwa Negara Indonesia mempunyai fungsi sekaligus tujuan, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sedangkan dalam batang tubuh UUD 1945 bisa kita lihat juga dalam setiap pasal-pasalnya mengandung makna yang kurang lebih seperti sistem ketatanegaraan Negara Indonesia dan  hak-hak setiap masyarakat Indonesia.

Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

NKRI juga merupakan bagian dari pilar kebangsaan, ada dua definisi dari NKRI namun bottom line kedua definisi ini memiliki arti yang sama. Definisi pertama dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 1 NKRI adalah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik. Ketentuan ini dijelaskan dalam pasal 18 UUD 1945 ayat 1 yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kota dan kabupaten, yang tiap-tiap kota, kabupaten dan  provinsi itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang.

Definisi kedua pengertian NKRI umum adalah suatu Negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit oleh dua samudra dan dua benua, didiami oleh ratusan juta penduduk, memiliki iklim tropis dan memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berlainan satu sama lain bersatu, berdaulat, adil dan makmur yang tercermin dalam satu ikatan kesatuan yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Maka dapat disimpulkan dari kedua definisi tersebut bahwa negara indonesia negara kesatuan yang berbentuk republik. Dari kesatuan tersebut berisi daerah-daerah atau provinsi, agama, budaya, yang berpedom dalam satu ikatan kesatuan Bhinneka Tunggal Ika yang disebut NKRI.

Pilar Bhineka Tunggal Ika

Pilar kebangsaan yang terakhir yaitu  Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah moto atau semboyan negara Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika  ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang diciptakan oleh Mpu Tantular  yang seorang pujangga dan sastrawan jawa pada kerajaan Majapahit di abad 14 masehi. Jika diartikan Bhineka Tunggal Ika dalam bahasa memiliki arti “Berbeda-beda tetapi tetap satu.”

Kemudian jika diterjemahkan per-patah kata, kata bhinneka berarti “beraneka ragam” atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti “macam” dan menjadi pembentuk kata “aneka” dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti “satu”. Kata ika berarti “itu”. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Itulah makna isi dari keempat Pilar Kebangsaan Negara Indonesia. Kemudian mulai lah timbul tanda tanya apakah implementasi atau pelaksanaan empat pilar kebangsaan ini sudah terlaksana? Mungkin hanya sedikit masyarakat dan Negara yang diwakili oleh pejabat negara, yang memahami dan kemudian menjalankan empat pilar kebangsaan ini. Sebagai contoh tidak terlaksananya empat Pilar Kebangsaan, dalam Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”  

Namun nyatanya sudah 73 Tahun Negara Indonesia merdeka masih banyak orang miskin yang perekonomiannya sangat jauh dibawah rata-rata, anak-anak terlantar dijalanan dan tidak bersekolah karena tidak punya uang. Dimanakah peran negara? Negara seakan-akan lupa bahwa hal ini hakikatnya adalah amanat konstitusi Negara Indonesia UUD 1945, dengan arti lain Negara tidak mencerminkan Pilar Kebangsaan yaitu di pilar UUD 1945.

Selain itu menjelang Pemilihan Presiden & Wakil Presiden 2019 ini, terlihat masyarakat tidak memahami tentang empat Pilar Kebangsaan yaitu di pilar Bhineka Tunggal Ika, lihat saja antara pendukung kedua belah paslon presiden & wakil presiden selalu bersitegang, perang, bentrok hingga ada sebutan-sebutan hinaan seperti kaum cebong dan kaum kampret. Masyarakat lupa bahwa semboyan negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika yang artinya walaupun kita berbeda beda dari segi agama, ras, golongan, dan bahkan pilihan juga bahwa kita ini adalah NKRI Indonesia.

Sebenarnya jika konsep empat Pilar Kebangsaan ini berjalan dengan baik di Indonesia, Indonesia pasti akan nyaman, aman, tentram, dan sejahtera. Mengingat empat pilar kebangsaan ini adalah mutlak dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa.

Seperti halnya sebuah bangunan dimana untuk membuat bangunan tersebut menjadi kokoh dan kuat, dibutuhkan pilar-pilar agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, begitu halnya juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

TENTANG PENULIS

Sayyid Nurahaqis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara

BACA JUGA

Tags: , , , , , ,

Bagaimana menurut pembaca?